18 October 2025
Comment(0)
Pesantren Modern Khalifah mengadakan Seminar Literasi dengan mengusung tema “Literasi bukan hanya kemampuan sekadar menulis, tetapi juga kemampuan memahami, berpikir kritis, dan mencipta.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif Dian Wahyu Puspitasari, S.Sos, seorang pemerhati literasi dan pegiat pendidikan yang aktif dalam mengembangkan minat baca dan budaya menulis di kalangan pelajar.
Dalam seminar ini, para santri diajak untuk memahami makna literasi secara lebih luas. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami konteks, menganalisis informasi, serta mengolah ide menjadi karya nyata. Dian Wahyu menegaskan bahwa literasi adalah kunci membangun generasi yang cerdas, kritis, dan produktif, terutama di era digital saat ini.
Beliau juga memberikan motivasi agar santri berani menulis dan menyuarakan gagasan positif. “Menulis bukan hanya menuangkan kata, tapi juga meninggalkan jejak pemikiran. Setiap tulisan memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan mengubah dunia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan... Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi membaca dan menulis adalah bagian dari perintah ilahi yang menuntun manusia menuju ilmu dan kebijaksanaan.
Melalui seminar ini, Pesantren Modern Khalifah berharap para santri dapat menumbuhkan budaya literasi yang kuat — tidak hanya untuk memperkaya wawasan, tetapi juga untuk menjadi insan yang berpikir kritis, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama.
Publisher :
Pesantren Modern Khalifah
Share :
Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *